Minggu, 01 Februari 2026

Kesalahan Pemula Dalam Melakukan Looping - Perwira Learning Center





Latar Belakang

Blog ini dilatar belakangi oleh saya yang ingin m pemula, penggunaan looping sering menimbulkan berbagai kesalahan logika maupun teknis yang dapat menyebabkan program tidak berjalan sesuai harapan, bahkan mengalami error atau infinite loop. Oleh karena itu, memahami kesalahan-kesalahan umum dalam looping menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas kode dan kemampuan berpikir logis dalam pemrograman.


Alat yang Digunakan

  • Web Browser
  • Blogspot
  • Visual Studio Code


Kesalahan Pemula Dalam Looping

ada beberapa kesalahan pemula saat mulai melakukan looping dalam JavaScript. dan berikut adalah beberapa contohnya:

1. Infinite Loop karena Kondisi Tidak Pernah Berubah

Kesalahan paling sering dilakukan pemula adalah membuat kondisi perulangan yang tidak pernah menjadi false.

Contoh kesalahan:


Looping diatas akan berjalan terus karena nila 1 tidak mengalami perubahan

Perbaikan:



2. Salah Menentukan Kondisi Loop

Pemula sering keliru dalam menentukan operator perbandingan (<, <=, >, >=) sehingga hasil looping tidak sesuai harapan.

Contoh kesalahan:

Loop di atas tidak akan pernah berjalan karena kondisi awal sudah salah.

Perbaikan:



3. Off-by-One Error

Kesalahan ini terjadi ketika jumlah perulangan kurang satu atau lebih satu dari yang diinginkan.

Contoh Kesalahan:


Jika tujuan hanya menampilkan 10 data (indeks 0–9), maka loop ini berjalan 11 kali.
Perbaikan:



5. Mengubah Panjang Array Saat Loop Berjalan

Mengubah isi atau panjang array di dalam loop dapat menyebabkan perilaku yang tidak terduga.

Contoh Kesalahan:

Loop ini bisa berjalan sangat lama karena data.length terus bertambah.

Perbaikan:


6. Tidak Menggunakan break atau continue Saat Diperlukan

Pemula sering lupa bahwa break dan continue bisa membantu mengontrol alur loop agar lebih efisien.

Contoh Kesalahan:


Solusi lebih aman:



7. Menggunakan Jenis Loop yang Kurang Tepat

Pemula sering menggunakan for biasa untuk kasus yang lebih cocok menggunakan fo of atau forEach.

Contoh kesalahan:


Perbaikan:



Kesimpulan

Kesalahan pemula dalam melakukan looping di JavaScript umumnya berkaitan dengan kondisi perulangan, pengelolaan variabel, serta logika eksekusi kode. Dengan memahami kesalahan-kesalahan umum seperti infinite loop, off-by-one error, dan pemilihan jenis loop yang tidak tepat, programmer pemula dapat menulis kode yang lebih aman, efisien, dan mudah dipahami. Latihan yang konsisten dan kebiasaan membaca kembali logika loop sangat membantu dalam menghindari kesalahan serupa di masa depan.


Daftar Pustaka

W3schools (tahun tidak tertulis) “JavaScript Loops” Diaksses dari https://www.w3schools.com/js/js_loops.asp

dicoding indonesia (2024) “pa-itu-looping-arti-fungsi-dan-contohnya” Diaksses dari https://www.dicoding.com/blog/apa-itu-looping-arti-fungsi-dan-contohnya/


Sabtu, 31 Januari 2026

Looping Dalam Looping (Nested Loop) DI JavaScript - Perwira Learning Center



Latar Belakang

Blog ini dilatar belakangi oleh saya yang ingin mengulang pelajaran mengenai nested loop blog ini juga bertujuan untuk mengenal looping lebih jauh dikarenakan looping menjadi salah satu dasar pemrograman dasar yang penting untuk dipelajari.


Alat yang Digunakan

  • Web Browser
  • Blogspot
  • Visual Studio Code

Konsep Looping di Dalam Looping pada JavaScript

Looping di dalam looping adalah kondisi ketika sebuah perulangan ditempatkan di dalam perulangan lainnya. Loop luar (outer loop) mengatur jumlah baris atau iterasi utama, sedangkan loop dalam (inner loop) dijalankan setiap kali loop luar melakukan satu iterasi. Dalam JavaScript, nested loop umumnya menggunakan kombinasi for, while, atau do...while, tergantung kebutuhan logika program.

 Nested loop sangat umum digunakan untuk:

  • Membuat pola teks (bintang, angka, simbol)

  • Mengelola data berbentuk tabel atau array dua dimensi

  • Melakukan simulasi perulangan berlapis


Kelebihan dan Kekurangan Nested Loop

Kelebihan:

  • Fleksibel untuk menangani perulangan kompleks

  • Cocok untuk pengolahan data bertingkat

  • Mudah dipahami untuk kasus pola visual

Kekurangan:

  • Dapat memperlambat program jika iterasi terlalu banyak

  • Kode bisa menjadi sulit dibaca jika tidak diberi struktur yang jelas


Contoh Kode

Berikut adalah beberapa contoh kode nested loop yang paling sering digunakan

1 Pola Menurun


Kode diatas akan mengeluarkan output:

*****
****
***
**
*

2. Pola Naik



Kode diatas akan mengeluarkan output:

*
**
***
****
*****

3. Pola Segitiga



Kode diatas akan mengeluarkan output:

*
***
*****
*******
*********

4. Pola Segitiga Terbalik



Kode diatas akan mengeluarkan output:

   *********
   *******
   *****
   ***
    *

Kesimpulan

Looping di dalam looping merupakan teknik penting dalam JavaScript untuk menangani permasalahan yang membutuhkan perulangan bertingkat. Dengan nested loop, pengembang dapat membangun pola visual, mengolah data multidimensi, dan menyusun logika yang lebih kompleks. Namun, penggunaannya harus tetap diperhatikan agar tidak menurunkan performa dan keterbacaan kode.

Daftar Pustaka

W3schools (tahun tidak tertulis) “JavaScript Loops” Diaksses dari https://www.w3schools.com/js/js_loops.asp

freecodercamp (2020) “Nesting For Loops in JavaScript” Diaksses dari https://www.freecodecamp.org/news/nesting-for-loops-in-javascript/

GeeksforGeeks (2025) “Nesting For Loops in JavaScript” Diaksses dari https://www.geeksforgeeks.org/javascript/nesting-for-loops-in-javascript/

Looping Dalam Percabangan - Perwira Learning Center



Latar Belakang

Blog ini dilatar belakangi oleh saya yang ingin mengulang pelajaran mengenai looping dalam Javascript yang dimana blog ini merupakan lanjutan dari blog sebelumnya yang menambahkan percabangan. blog ini juga bertujuan untuk mengenal looping lebih jauh dikarenakan looping menjadi salah satu dasar pemrograman dasar yang penting untuk dipelajari.


Alat yang Digunakan

  • Web Browser
  • Blogspot
  • Visual Studio Code

Konsep Looping dalam Percabangan

Looping dalam percabangan adalah kondisi di mana struktur perulangan (loop) dijalankan berdasarkan hasil evaluasi suatu percabangan, atau sebaliknya, percabangan ditempatkan di dalam sebuah perulangan. Pola ini umum digunakan ketika suatu proses perlu diulang dengan aturan atau keputusan yang dapat berubah di setiap iterasinya.

Dalam praktiknya, looping dalam percabangan memungkinkan program untuk:

  • Menghentikan perulangan saat kondisi tertentu terpenuhi

  • Mengabaikan proses tertentu berdasarkan syarat tertentu

  • Mengatur alur logika yang lebih fleksibel dan terkontrol


Contoh kode

berikut adalah beberapa contoh kode Looping+Percabangan yang sering digunakan

1. For+IF




biasanya kode ini digunakan untuk validasi data atau untuk mencegah sebuah error

2. While + IF




Kode tersebut bisa dipakai untuk sistem realtime atau proses background

3. Switch+for


kombinasi ini bisa digunakan untuk fitur menu atau pilihan fitur

Kesimpulan

Looping dalam percabangan merupakan teknik penting dalam pemrograman yang menggabungkan pengulangan dan pengambilan keputusan secara bersamaan. Dengan memanfaatkan struktur ini, program dapat berjalan lebih efisien, dinamis, dan mampu menangani berbagai kondisi secara otomatis. Pemahaman yang baik terhadap konsep ini akan sangat membantu dalam pengembangan aplikasi yang kompleks dan terstruktur.

Daftar Pustaka

W3schools (tahun tidak tertulis) “JavaScript Loops” Diaksses dari https://www.w3schools.com/js/js_loops.asp

dicoding indonesia (2024) “pa-itu-looping-arti-fungsi-dan-contohnya” Diaksses dari https://www.dicoding.com/blog/apa-itu-looping-arti-fungsi-dan-contohnya/

Pengertian dan Fungsi Array.Foreach - Perwira Learning Center


 

Latar Belakang

Blog ini dilatar belakangi oleh saya yang ingin mempelahjari mengenai Array Foreach yang masih berhubungan dengan materi saya sebelumnya yaitu Looping. dimana pada kali ini saya akan memfokuskan terhadap materi array foreach


Alat yang Digunakan

  • Web Browser
  • Blogspot
  • Visual Studio Code

Apa itu ForEach()?

Foreach adalah method milik array yang digunakan untuk melakukan aksi pada setiap elemen array. sebenarnya, Foreach merupakan bagian dari method array bukan dari looping. namun, dalam beberapa bahasa pemrograman seperti PHP foreach termasuk kedalam bagian dari looping.
Foreach memiliki struktur penulisan:




Ada juga versi arrow function seperti:



Penulisan Kode

berikut adalah beberapa contoh kode untuk Foreach



output dari kode diatas:
   Index: 0 Nilai: Pisang
     Index: 1 Nilai: Alpukat
Index: 2 Nilai: Apel
Index: 3 Nilai: Pear

atau dengan versi arrow:

yang memunculkan output yang sama dengan tadi

Perbandingan Foreach dan For of

Berikut adalah perbandingan antara forEach dan for of


Aspek forEach() for...of
Digunakan pada Array saja Iterable (Array, String, Set, Map)
Fokus penggunaan Melakukan aksi pada setiap elemen Mengontrol alur perulangan
Bisa break / continue Tidak bisa Bisa
Bisa return Tidak (hanya keluar dari callback) Bisa keluar dari loop
Async / await Tidak cocok Cocok
Kemudahan dibaca Sangat mudah dan ringkas Mudah dan fleksibel
Cocok untuk logika kompleks Tidak Ya
Kasus penggunaan umum Menampilkan data, logging Pencarian data, validasi, async loop


Kesimpulan

Array.forEach() adalah method khusus array yang digunakan untuk menjalankan suatu aksi pada setiap elemen array secara berurutan. Method ini cocok digunakan ketika fokusnya adalah melakukan proses seperti menampilkan data, menghitung total, atau memanipulasi elemen tanpa perlu mengontrol alur perulangan. Namun, forEach() memiliki keterbatasan karena tidak mendukung break, continue, atau penggunaan async/await secara efektif, serta tidak menghasilkan nilai baru. Oleh karena itu, forEach() paling tepat digunakan untuk proses sederhana dan berulang, sementara untuk logika yang lebih kompleks sebaiknya menggunakan loop lain seperti for...of.

Daftar Pustaka

W3schools (tahun tidak tertulis) “JavaScript Arrat ForEach()” Diaksses dari https://www.w3schools.com/jsref/jsref_foreach.asp

MDN Web Docs (tahun tidak tertulis) "Array.Prototype.forEach()" Diakses dari

Selasa, 27 Januari 2026

Pengertian dan Jenis Looping di JavaScript - Perwira Learning Center

 



Latar Belakang

Blog ini dilatar belakangi oleh saya yang ingin mengulang pelajaran mengenai looping dalam Javascript. blog ini juga bertujuan untuk mengenal looping lebih jauh dikarenakan looping menjadi salah satu dasar pemrograman dasar yang penting untuk dipelajari.


Alat yang Digunakan

  • Web Browser
  • Blogspot
  • Visual Studio Code

Apa itu Looping

Looping merupakan salah satu konsep fundamental dalam pemrograman yang digunakan untuk menjelaskan serangkaian perintah atau kode secara berulang sampai kondisi atau batas tertentu terpenuhi. dengan menggunakan looping kita bisa menghemat waktu dan usaha yang dikeluarkan dalam menulis kode yang  harus dijalankan berulang-ulang

Jenis-jenis Looping dalam Javascript

Umumnya ada 6 jenis looping dalam Javascript yaitu, FOR, WHILE, DO...WHILE,FOR...OF, dan FOR...IN. mau tau apa bedanya? yuk kita bahas satu-satu.

1. For

Merupakan looping paling klasik dan dipakai kalau jumlah perulangan sudah jelas. contoh:



untuk isi dari for yang pertama adalah variable yang akan digunakan. lalu diisi kemudian diisi dengan kode untuk mengevaluasi/mengecek variable awal yang dimana jika terpenuhi maka akan menuju step selanjutnya dan jika tidak maka prosesnya berakhir. kemudian di tahap selanjutnya variable awal akan ditambah (++) atau dikurangi nilainya (--)

2. While

While merupakab looping yang berjalan selama kondisi bernilai true. contoh:



While  biasanya digunakan ketika jumlah iterasi tidak diketahui sebelumnya. Looping ini akan terus berjalan selama kondisi yang ditentukan bernilai TRUE. Berbeda seperti FOR, penulisan variable whihle diletakan diluar Perulangan dan penambahan nilai variable dilakukan di dalam blok eksekusi bukan di kondisi. 

3. Do While

Do While mirip dengan While, tetapi looping ini memastikan terlebih dahulu bahwa kodenya dijalankan setidaknya sekali sebelum mengevaluasi kondisinya, contoh:



4. For in

For in digunakan untuk mengiterasi properti dari sebuah key atau properti dari sebuah object contoh:



output dari kode diatas berupa nama properti (key) dan juga nilai properti (user[key])

5. For of

For of merupakan looping untuk mengintegrasi nilai(value) dari iterable seperti Array,string,Set, dan Map contoh:

Array:


outpur nya berupa isi dari angka yaitu: 10 20 30 40

String:


output nya berupa isi dari nama yaitu: A M I R

Set:

outpur nya berupa isi dari angkaSet yaitu: 1 2 3 4

Map

outputnya berupa isi dari negara yaitu: id indonesia jp jepang us amerika

Kesimpulan

Looping dalam JavaScript digunakan untuk menjalankan kode secara berulang, dan setiap jenis looping memiliki fungsi yang berbeda. Looping for digunakan ketika jumlah perulangan sudah jelas dan membutuhkan index, while digunakan saat perulangan bergantung pada kondisi tertentu, sedangkan do...while memastikan kode dijalankan minimal satu kali. Looping for...of digunakan untuk mengiterasi nilai dari data iterable seperti array, string, set, dan map, sehingga lebih aman dan mudah dibaca. Sementara itu, for...in digunakan khusus untuk mengiterasi key atau properti dari object dan tidak disarankan untuk array. Dengan memahami perbedaan ini, pemilihan looping yang tepat dapat membuat kode JavaScript lebih rapi, efisien, dan minim kesalahan.

Daftar Pustaka

W3schools (tahun tidak tertulis) “JavaScript Loops” Diaksses dari https://www.w3schools.com/js/js_loops.asp

dicoding indonesia (2024) “pa-itu-looping-arti-fungsi-dan-contohnya” Diaksses dari https://www.dicoding.com/blog/apa-itu-looping-arti-fungsi-dan-contohnya/

Minggu, 25 Januari 2026

Perbedaan Bit Dan Byte Dalam Konteks Sistem Bilangan - Perwira Learning center

 


Latar Belakang

Perkembangan teknologi komputer dan sistem digital tidak dapat dilepaskan dari konsep dasar data dan representasi bilangan. Dalam proses pembelajaran sistem bilangan, sering muncul kebingungan antara istilah bit dan byte, padahal keduanya memiliki peran yang berbeda namun saling berkaitan. Oleh karena itu, artikel ini disusun untuk memberikan pemahaman yang ringkas dan jelas mengenai perbedaan bit dan byte dalam konteks sistem bilangan.


Pengertian Bit

Bit (binary digit) merupakan satuan data terkecil dalam sistem komputer. Bit hanya memiliki dua kemungkinan nilai, yaitu 0 dan 1. Kedua nilai ini merepresentasikan kondisi logika dasar seperti mati–hidup (off–on) atau salah–benar (false–true). Dalam sistem bilangan biner, setiap digit yang dituliskan selalu bernilai satu bit.

Sebagai contoh, bilangan biner 1011 terdiri dari empat bit. Setiap perubahan nilai pada satu bit dapat memengaruhi makna data secara keseluruhan, sehingga bit sangat penting dalam operasi logika, pengendalian perangkat keras, dan pemrosesan data tingkat rendah.


Pengertian Byte

Byte adalah satuan data yang tersusun dari beberapa bit. Secara umum dan standar internasional, satu byte terdiri dari delapan bit. Byte digunakan untuk merepresentasikan data yang lebih bermakna, seperti karakter, angka, atau satuan alamat memori.

Sebagai contoh, satu byte biner 01000001 bernilai 65 dalam sistem desimal dan merepresentasikan huruf ‘A’ dalam standar ASCII. Karena itulah, byte sering dijadikan satuan dasar dalam penyimpanan data, misalnya kilobyte (KB), megabyte (MB), dan gigabyte (GB).


Hubungan Bit dan Byte dengan Sistem Bilangan

Bit dan byte memiliki hubungan erat dengan berbagai sistem bilangan yang digunakan dalam komputasi. Sistem bilangan biner secara langsung menggunakan bit sebagai digit dasarnya. Sistem bilangan oktal dan heksadesimal digunakan untuk menyederhanakan penulisan bilangan biner.

Dalam sistem oktal, satu digit mewakili tiga bit biner, sedangkan dalam sistem heksadesimal, satu digit mewakili empat bit biner. Karena satu byte terdiri dari delapan bit, maka satu byte dapat direpresentasikan dengan dua digit heksadesimal. Inilah alasan utama mengapa bilangan heksadesimal banyak digunakan dalam pemrograman, pengalamatan memori, dan debugging.


Fungsi Bit dan Byte dalam Praktik

Bit umumnya digunakan dalam operasi logika, seperti AND, OR, dan XOR, serta untuk menyimpan nilai status atau flag. Bit juga berperan penting dalam pengaturan register dan kontrol perangkat keras.

Sementara itu, byte digunakan untuk menyimpan data yang lebih kompleks, seperti karakter teks, nilai warna, dan isi file. Sebagai contoh, satu warna RGB standar menggunakan tiga byte, masing-masing untuk komponen merah, hijau, dan biru, sehingga total data warna tersebut adalah 24 bit.


Simpulan

Bit dan byte merupakan konsep fundamental dalam sistem bilangan dan komputasi. Bit adalah satuan data terkecil yang hanya bernilai 0 atau 1, sedangkan byte adalah kumpulan delapan bit yang digunakan sebagai satuan standar penyimpanan dan representasi data. Pemahaman yang baik mengenai perbedaan dan hubungan keduanya akan sangat membantu dalam mempelajari sistem bilangan, arsitektur komputer, serta pemrograman.


Daftar Pustaka

ChatGPT. (2026). Share link: 6976c867-c630-839f-9209-7d470841339a Diakses 
dari https://chatgpt.com/c/6976c867-c630-839f-9209-7d470841339a

GeeksforGeeks: (2025) “Difference Between Bit and Byte.” Diaksses dari https://www.geeksforgeeks.org/difference-between-bit-and-byte/

Hubungan Penamaan RAM dengan Sistem Bilangan- Perwira Learning Center



Latar Belakang

Perkembangan teknologi komputer tidak dapat dipisahkan dari konsep dasar sistem bilangan, khususnya bilangan biner. Salah satu komponen utama dalam komputer adalah RAM (Random Access Memory) yang berfungsi sebagai media penyimpanan sementara saat proses berlangsung. Dalam spesifikasi RAM sering dijumpai istilah seperti bit, byte, kapasitas berbasis kelipatan tertentu, serta arsitektur 32-bit dan 64-bit. Hal ini menunjukkan bahwa konsep dan penamaan RAM memiliki keterkaitan erat dengan sistem bilangan yang digunakan dalam komputer.


Alat yang digunakan

Alat yang saya gunakan untuk membuat artikel ini diantaranya:
  1. Blogspot
  2. Search Engine
  3. artificial intelligence

Apa Itu RAM?

RAM adalah memori utama yang digunakan komputer untuk menyimpan data dan instruksi yang sedang diproses oleh CPU. Data di dalam RAM bersifat sementara (volatile), artinya data akan hilang ketika komputer dimatikan.

RAM bekerja dengan menyimpan dan memproses data dalam bentuk bit (binary digit) yang bernilai 0 atau 1. Oleh karena itu, cara kerja RAM sangat bergantung pada sistem bilangan biner.


Hubungan RAM dengan Sistem Bilangan

1. Kapasitas RAM dan Bilangan Biner

Kapasitas RAM selalu dinyatakan dalam kelipatan pangkat dua, misalnya:

  • 1 KB = 2¹⁰ byte = 1024 byte

  • 1 MB = 2²⁰ byte

  • 1 GB = 2³⁰ byte

  • 8 GB = 2³³ byte

  • 16 GB = 2³⁴ byte

Hal ini terjadi karena jumlah alamat memori dalam RAM ditentukan oleh jumlah bit alamat. Jika tersedia n bit alamat, maka RAM dapat mengakses sebanyak 2ⁿ lokasi memori.


2. Pengalamatan Memori dan Heksadesimal

Meskipun RAM bekerja menggunakan bilangan biner, alamat memori biasanya ditampilkan dalam bentuk bilangan heksadesimal. Contohnya:

  • 0x00000000
  • 0x7FFEAB3C
  • 0xFFFFFFFF
Bilangan heksadesimal digunakan karena lebih ringkas dan mudah dibaca manusia. Satu digit heksadesimal mewakili empat bit biner, sehingga sangat efisien untuk merepresentasikan alamat memori.


3. Arsitektur 32-bit dan 64-bit

Istilah 32-bit dan 64-bit pada sistem komputer juga berkaitan langsung dengan sistem bilangan biner.

  • Sistem 32-bit mampu mengalamati hingga 2³² alamat memori (sekitar 4 GB RAM).

  • Sistem 64-bit mampu mengalamati hingga 2⁶⁴ alamat memori, yang secara teoritis sangat besar.

Penamaan ini menunjukkan jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan alamat memori.


4. Penamaan DDR pada RAM

Penamaan seperti DDR3, DDR4, dan DDR5 tidak berasal langsung dari sistem bilangan. DDR merupakan singkatan dari Double Data Rate, yang menunjukkan kemampuan RAM mentransfer data dua kali dalam satu siklus clock. Namun demikian, perhitungan kecepatan, bandwidth, dan lebar bus RAM tetap berbasis bilangan biner.


Kesimpulan

Dari pembahasan yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa RAM memiliki hubungan yang sangat erat dengan sistem bilangan, terutama bilangan biner. Kapasitas RAM ditentukan berdasarkan pangkat dua, pengalamatan memori direpresentasikan menggunakan bilangan heksadesimal, serta arsitektur 32-bit dan 64-bit menunjukkan jumlah bit yang digunakan dalam pengalamatan memori. Oleh karena itu, pemahaman sistem bilangan menjadi dasar penting untuk memahami konsep kerja dan penamaan RAM.


Daftar Pustaka

ChatGPT. (2026). Share link: 6976c588-3b98-8398-9d79-a8d48d272404 Diakses 
dari https://chatgpt.com/c/6976c588-3b98-8398-9d79-a8d48d272404

GeeksforGeeks: (2025) “Memory Organization in Computer Architecture.” Diaksses dari https://www.geeksforgeeks.org/computer-organization-architecture/different-types-ram-random-access-memory/