Sabtu, 31 Januari 2026

Looping Dalam Looping (Nested Loop) DI JavaScript - Perwira Learning Center



Latar Belakang

Blog ini dilatar belakangi oleh saya yang ingin mengulang pelajaran mengenai nested loop blog ini juga bertujuan untuk mengenal looping lebih jauh dikarenakan looping menjadi salah satu dasar pemrograman dasar yang penting untuk dipelajari.


Alat yang Digunakan

  • Web Browser
  • Blogspot
  • Visual Studio Code

Konsep Looping di Dalam Looping pada JavaScript

Looping di dalam looping adalah kondisi ketika sebuah perulangan ditempatkan di dalam perulangan lainnya. Loop luar (outer loop) mengatur jumlah baris atau iterasi utama, sedangkan loop dalam (inner loop) dijalankan setiap kali loop luar melakukan satu iterasi. Dalam JavaScript, nested loop umumnya menggunakan kombinasi for, while, atau do...while, tergantung kebutuhan logika program.

 Nested loop sangat umum digunakan untuk:

  • Membuat pola teks (bintang, angka, simbol)

  • Mengelola data berbentuk tabel atau array dua dimensi

  • Melakukan simulasi perulangan berlapis


Kelebihan dan Kekurangan Nested Loop

Kelebihan:

  • Fleksibel untuk menangani perulangan kompleks

  • Cocok untuk pengolahan data bertingkat

  • Mudah dipahami untuk kasus pola visual

Kekurangan:

  • Dapat memperlambat program jika iterasi terlalu banyak

  • Kode bisa menjadi sulit dibaca jika tidak diberi struktur yang jelas


Contoh Kode

Berikut adalah beberapa contoh kode nested loop yang paling sering digunakan

1 Pola Menurun


Kode diatas akan mengeluarkan output:

*****
****
***
**
*

2. Pola Naik



Kode diatas akan mengeluarkan output:

*
**
***
****
*****

3. Pola Segitiga



Kode diatas akan mengeluarkan output:

*
***
*****
*******
*********

4. Pola Segitiga Terbalik



Kode diatas akan mengeluarkan output:

   *********
   *******
   *****
   ***
    *

Kesimpulan

Looping di dalam looping merupakan teknik penting dalam JavaScript untuk menangani permasalahan yang membutuhkan perulangan bertingkat. Dengan nested loop, pengembang dapat membangun pola visual, mengolah data multidimensi, dan menyusun logika yang lebih kompleks. Namun, penggunaannya harus tetap diperhatikan agar tidak menurunkan performa dan keterbacaan kode.

Daftar Pustaka

W3schools (tahun tidak tertulis) “JavaScript Loops” Diaksses dari https://www.w3schools.com/js/js_loops.asp

freecodercamp (2020) “Nesting For Loops in JavaScript” Diaksses dari https://www.freecodecamp.org/news/nesting-for-loops-in-javascript/

GeeksforGeeks (2025) “Nesting For Loops in JavaScript” Diaksses dari https://www.geeksforgeeks.org/javascript/nesting-for-loops-in-javascript/

Looping Dalam Percabangan - Perwira Learning Center



Latar Belakang

Blog ini dilatar belakangi oleh saya yang ingin mengulang pelajaran mengenai looping dalam Javascript yang dimana blog ini merupakan lanjutan dari blog sebelumnya yang menambahkan percabangan. blog ini juga bertujuan untuk mengenal looping lebih jauh dikarenakan looping menjadi salah satu dasar pemrograman dasar yang penting untuk dipelajari.


Alat yang Digunakan

  • Web Browser
  • Blogspot
  • Visual Studio Code

Konsep Looping dalam Percabangan

Looping dalam percabangan adalah kondisi di mana struktur perulangan (loop) dijalankan berdasarkan hasil evaluasi suatu percabangan, atau sebaliknya, percabangan ditempatkan di dalam sebuah perulangan. Pola ini umum digunakan ketika suatu proses perlu diulang dengan aturan atau keputusan yang dapat berubah di setiap iterasinya.

Dalam praktiknya, looping dalam percabangan memungkinkan program untuk:

  • Menghentikan perulangan saat kondisi tertentu terpenuhi

  • Mengabaikan proses tertentu berdasarkan syarat tertentu

  • Mengatur alur logika yang lebih fleksibel dan terkontrol


Contoh kode

berikut adalah beberapa contoh kode Looping+Percabangan yang sering digunakan

1. For+IF




biasanya kode ini digunakan untuk validasi data atau untuk mencegah sebuah error

2. While + IF




Kode tersebut bisa dipakai untuk sistem realtime atau proses background

3. Switch+for


kombinasi ini bisa digunakan untuk fitur menu atau pilihan fitur

Kesimpulan

Looping dalam percabangan merupakan teknik penting dalam pemrograman yang menggabungkan pengulangan dan pengambilan keputusan secara bersamaan. Dengan memanfaatkan struktur ini, program dapat berjalan lebih efisien, dinamis, dan mampu menangani berbagai kondisi secara otomatis. Pemahaman yang baik terhadap konsep ini akan sangat membantu dalam pengembangan aplikasi yang kompleks dan terstruktur.

Daftar Pustaka

W3schools (tahun tidak tertulis) “JavaScript Loops” Diaksses dari https://www.w3schools.com/js/js_loops.asp

dicoding indonesia (2024) “pa-itu-looping-arti-fungsi-dan-contohnya” Diaksses dari https://www.dicoding.com/blog/apa-itu-looping-arti-fungsi-dan-contohnya/

Pengertian dan Fungsi Array.Foreach - Perwira Learning Center


 

Latar Belakang

Blog ini dilatar belakangi oleh saya yang ingin mempelahjari mengenai Array Foreach yang masih berhubungan dengan materi saya sebelumnya yaitu Looping. dimana pada kali ini saya akan memfokuskan terhadap materi array foreach


Alat yang Digunakan

  • Web Browser
  • Blogspot
  • Visual Studio Code

Apa itu ForEach()?

Foreach adalah method milik array yang digunakan untuk melakukan aksi pada setiap elemen array. sebenarnya, Foreach merupakan bagian dari method array bukan dari looping. namun, dalam beberapa bahasa pemrograman seperti PHP foreach termasuk kedalam bagian dari looping.
Foreach memiliki struktur penulisan:




Ada juga versi arrow function seperti:



Penulisan Kode

berikut adalah beberapa contoh kode untuk Foreach



output dari kode diatas:
   Index: 0 Nilai: Pisang
     Index: 1 Nilai: Alpukat
Index: 2 Nilai: Apel
Index: 3 Nilai: Pear

atau dengan versi arrow:

yang memunculkan output yang sama dengan tadi

Perbandingan Foreach dan For of

Berikut adalah perbandingan antara forEach dan for of


Aspek forEach() for...of
Digunakan pada Array saja Iterable (Array, String, Set, Map)
Fokus penggunaan Melakukan aksi pada setiap elemen Mengontrol alur perulangan
Bisa break / continue Tidak bisa Bisa
Bisa return Tidak (hanya keluar dari callback) Bisa keluar dari loop
Async / await Tidak cocok Cocok
Kemudahan dibaca Sangat mudah dan ringkas Mudah dan fleksibel
Cocok untuk logika kompleks Tidak Ya
Kasus penggunaan umum Menampilkan data, logging Pencarian data, validasi, async loop


Kesimpulan

Array.forEach() adalah method khusus array yang digunakan untuk menjalankan suatu aksi pada setiap elemen array secara berurutan. Method ini cocok digunakan ketika fokusnya adalah melakukan proses seperti menampilkan data, menghitung total, atau memanipulasi elemen tanpa perlu mengontrol alur perulangan. Namun, forEach() memiliki keterbatasan karena tidak mendukung break, continue, atau penggunaan async/await secara efektif, serta tidak menghasilkan nilai baru. Oleh karena itu, forEach() paling tepat digunakan untuk proses sederhana dan berulang, sementara untuk logika yang lebih kompleks sebaiknya menggunakan loop lain seperti for...of.

Daftar Pustaka

W3schools (tahun tidak tertulis) “JavaScript Arrat ForEach()” Diaksses dari https://www.w3schools.com/jsref/jsref_foreach.asp

MDN Web Docs (tahun tidak tertulis) "Array.Prototype.forEach()" Diakses dari

Selasa, 27 Januari 2026

Pengertian dan Jenis Looping di JavaScript - Perwira Learning Center

 



Latar Belakang

Blog ini dilatar belakangi oleh saya yang ingin mengulang pelajaran mengenai looping dalam Javascript. blog ini juga bertujuan untuk mengenal looping lebih jauh dikarenakan looping menjadi salah satu dasar pemrograman dasar yang penting untuk dipelajari.


Alat yang Digunakan

  • Web Browser
  • Blogspot
  • Visual Studio Code

Apa itu Looping

Looping merupakan salah satu konsep fundamental dalam pemrograman yang digunakan untuk menjelaskan serangkaian perintah atau kode secara berulang sampai kondisi atau batas tertentu terpenuhi. dengan menggunakan looping kita bisa menghemat waktu dan usaha yang dikeluarkan dalam menulis kode yang  harus dijalankan berulang-ulang

Jenis-jenis Looping dalam Javascript

Umumnya ada 6 jenis looping dalam Javascript yaitu, FOR, WHILE, DO...WHILE,FOR...OF, dan FOR...IN. mau tau apa bedanya? yuk kita bahas satu-satu.

1. For

Merupakan looping paling klasik dan dipakai kalau jumlah perulangan sudah jelas. contoh:



untuk isi dari for yang pertama adalah variable yang akan digunakan. lalu diisi kemudian diisi dengan kode untuk mengevaluasi/mengecek variable awal yang dimana jika terpenuhi maka akan menuju step selanjutnya dan jika tidak maka prosesnya berakhir. kemudian di tahap selanjutnya variable awal akan ditambah (++) atau dikurangi nilainya (--)

2. While

While merupakab looping yang berjalan selama kondisi bernilai true. contoh:



While  biasanya digunakan ketika jumlah iterasi tidak diketahui sebelumnya. Looping ini akan terus berjalan selama kondisi yang ditentukan bernilai TRUE. Berbeda seperti FOR, penulisan variable whihle diletakan diluar Perulangan dan penambahan nilai variable dilakukan di dalam blok eksekusi bukan di kondisi. 

3. Do While

Do While mirip dengan While, tetapi looping ini memastikan terlebih dahulu bahwa kodenya dijalankan setidaknya sekali sebelum mengevaluasi kondisinya, contoh:



4. For in

For in digunakan untuk mengiterasi properti dari sebuah key atau properti dari sebuah object contoh:



output dari kode diatas berupa nama properti (key) dan juga nilai properti (user[key])

5. For of

For of merupakan looping untuk mengintegrasi nilai(value) dari iterable seperti Array,string,Set, dan Map contoh:

Array:


outpur nya berupa isi dari angka yaitu: 10 20 30 40

String:


output nya berupa isi dari nama yaitu: A M I R

Set:

outpur nya berupa isi dari angkaSet yaitu: 1 2 3 4

Map

outputnya berupa isi dari negara yaitu: id indonesia jp jepang us amerika

Kesimpulan

Looping dalam JavaScript digunakan untuk menjalankan kode secara berulang, dan setiap jenis looping memiliki fungsi yang berbeda. Looping for digunakan ketika jumlah perulangan sudah jelas dan membutuhkan index, while digunakan saat perulangan bergantung pada kondisi tertentu, sedangkan do...while memastikan kode dijalankan minimal satu kali. Looping for...of digunakan untuk mengiterasi nilai dari data iterable seperti array, string, set, dan map, sehingga lebih aman dan mudah dibaca. Sementara itu, for...in digunakan khusus untuk mengiterasi key atau properti dari object dan tidak disarankan untuk array. Dengan memahami perbedaan ini, pemilihan looping yang tepat dapat membuat kode JavaScript lebih rapi, efisien, dan minim kesalahan.

Daftar Pustaka

W3schools (tahun tidak tertulis) “JavaScript Loops” Diaksses dari https://www.w3schools.com/js/js_loops.asp

dicoding indonesia (2024) “pa-itu-looping-arti-fungsi-dan-contohnya” Diaksses dari https://www.dicoding.com/blog/apa-itu-looping-arti-fungsi-dan-contohnya/

Minggu, 25 Januari 2026

Perbedaan Bit Dan Byte Dalam Konteks Sistem Bilangan - Perwira Learning center

 


Latar Belakang

Perkembangan teknologi komputer dan sistem digital tidak dapat dilepaskan dari konsep dasar data dan representasi bilangan. Dalam proses pembelajaran sistem bilangan, sering muncul kebingungan antara istilah bit dan byte, padahal keduanya memiliki peran yang berbeda namun saling berkaitan. Oleh karena itu, artikel ini disusun untuk memberikan pemahaman yang ringkas dan jelas mengenai perbedaan bit dan byte dalam konteks sistem bilangan.


Pengertian Bit

Bit (binary digit) merupakan satuan data terkecil dalam sistem komputer. Bit hanya memiliki dua kemungkinan nilai, yaitu 0 dan 1. Kedua nilai ini merepresentasikan kondisi logika dasar seperti mati–hidup (off–on) atau salah–benar (false–true). Dalam sistem bilangan biner, setiap digit yang dituliskan selalu bernilai satu bit.

Sebagai contoh, bilangan biner 1011 terdiri dari empat bit. Setiap perubahan nilai pada satu bit dapat memengaruhi makna data secara keseluruhan, sehingga bit sangat penting dalam operasi logika, pengendalian perangkat keras, dan pemrosesan data tingkat rendah.


Pengertian Byte

Byte adalah satuan data yang tersusun dari beberapa bit. Secara umum dan standar internasional, satu byte terdiri dari delapan bit. Byte digunakan untuk merepresentasikan data yang lebih bermakna, seperti karakter, angka, atau satuan alamat memori.

Sebagai contoh, satu byte biner 01000001 bernilai 65 dalam sistem desimal dan merepresentasikan huruf ‘A’ dalam standar ASCII. Karena itulah, byte sering dijadikan satuan dasar dalam penyimpanan data, misalnya kilobyte (KB), megabyte (MB), dan gigabyte (GB).


Hubungan Bit dan Byte dengan Sistem Bilangan

Bit dan byte memiliki hubungan erat dengan berbagai sistem bilangan yang digunakan dalam komputasi. Sistem bilangan biner secara langsung menggunakan bit sebagai digit dasarnya. Sistem bilangan oktal dan heksadesimal digunakan untuk menyederhanakan penulisan bilangan biner.

Dalam sistem oktal, satu digit mewakili tiga bit biner, sedangkan dalam sistem heksadesimal, satu digit mewakili empat bit biner. Karena satu byte terdiri dari delapan bit, maka satu byte dapat direpresentasikan dengan dua digit heksadesimal. Inilah alasan utama mengapa bilangan heksadesimal banyak digunakan dalam pemrograman, pengalamatan memori, dan debugging.


Fungsi Bit dan Byte dalam Praktik

Bit umumnya digunakan dalam operasi logika, seperti AND, OR, dan XOR, serta untuk menyimpan nilai status atau flag. Bit juga berperan penting dalam pengaturan register dan kontrol perangkat keras.

Sementara itu, byte digunakan untuk menyimpan data yang lebih kompleks, seperti karakter teks, nilai warna, dan isi file. Sebagai contoh, satu warna RGB standar menggunakan tiga byte, masing-masing untuk komponen merah, hijau, dan biru, sehingga total data warna tersebut adalah 24 bit.


Simpulan

Bit dan byte merupakan konsep fundamental dalam sistem bilangan dan komputasi. Bit adalah satuan data terkecil yang hanya bernilai 0 atau 1, sedangkan byte adalah kumpulan delapan bit yang digunakan sebagai satuan standar penyimpanan dan representasi data. Pemahaman yang baik mengenai perbedaan dan hubungan keduanya akan sangat membantu dalam mempelajari sistem bilangan, arsitektur komputer, serta pemrograman.


Daftar Pustaka

ChatGPT. (2026). Share link: 6976c867-c630-839f-9209-7d470841339a Diakses 
dari https://chatgpt.com/c/6976c867-c630-839f-9209-7d470841339a

GeeksforGeeks: (2025) “Difference Between Bit and Byte.” Diaksses dari https://www.geeksforgeeks.org/difference-between-bit-and-byte/

Hubungan Penamaan RAM dengan Sistem Bilangan- Perwira Learning Center



Latar Belakang

Perkembangan teknologi komputer tidak dapat dipisahkan dari konsep dasar sistem bilangan, khususnya bilangan biner. Salah satu komponen utama dalam komputer adalah RAM (Random Access Memory) yang berfungsi sebagai media penyimpanan sementara saat proses berlangsung. Dalam spesifikasi RAM sering dijumpai istilah seperti bit, byte, kapasitas berbasis kelipatan tertentu, serta arsitektur 32-bit dan 64-bit. Hal ini menunjukkan bahwa konsep dan penamaan RAM memiliki keterkaitan erat dengan sistem bilangan yang digunakan dalam komputer.


Alat yang digunakan

Alat yang saya gunakan untuk membuat artikel ini diantaranya:
  1. Blogspot
  2. Search Engine
  3. artificial intelligence

Apa Itu RAM?

RAM adalah memori utama yang digunakan komputer untuk menyimpan data dan instruksi yang sedang diproses oleh CPU. Data di dalam RAM bersifat sementara (volatile), artinya data akan hilang ketika komputer dimatikan.

RAM bekerja dengan menyimpan dan memproses data dalam bentuk bit (binary digit) yang bernilai 0 atau 1. Oleh karena itu, cara kerja RAM sangat bergantung pada sistem bilangan biner.


Hubungan RAM dengan Sistem Bilangan

1. Kapasitas RAM dan Bilangan Biner

Kapasitas RAM selalu dinyatakan dalam kelipatan pangkat dua, misalnya:

  • 1 KB = 2¹⁰ byte = 1024 byte

  • 1 MB = 2²⁰ byte

  • 1 GB = 2³⁰ byte

  • 8 GB = 2³³ byte

  • 16 GB = 2³⁴ byte

Hal ini terjadi karena jumlah alamat memori dalam RAM ditentukan oleh jumlah bit alamat. Jika tersedia n bit alamat, maka RAM dapat mengakses sebanyak 2ⁿ lokasi memori.


2. Pengalamatan Memori dan Heksadesimal

Meskipun RAM bekerja menggunakan bilangan biner, alamat memori biasanya ditampilkan dalam bentuk bilangan heksadesimal. Contohnya:

  • 0x00000000
  • 0x7FFEAB3C
  • 0xFFFFFFFF
Bilangan heksadesimal digunakan karena lebih ringkas dan mudah dibaca manusia. Satu digit heksadesimal mewakili empat bit biner, sehingga sangat efisien untuk merepresentasikan alamat memori.


3. Arsitektur 32-bit dan 64-bit

Istilah 32-bit dan 64-bit pada sistem komputer juga berkaitan langsung dengan sistem bilangan biner.

  • Sistem 32-bit mampu mengalamati hingga 2³² alamat memori (sekitar 4 GB RAM).

  • Sistem 64-bit mampu mengalamati hingga 2⁶⁴ alamat memori, yang secara teoritis sangat besar.

Penamaan ini menunjukkan jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan alamat memori.


4. Penamaan DDR pada RAM

Penamaan seperti DDR3, DDR4, dan DDR5 tidak berasal langsung dari sistem bilangan. DDR merupakan singkatan dari Double Data Rate, yang menunjukkan kemampuan RAM mentransfer data dua kali dalam satu siklus clock. Namun demikian, perhitungan kecepatan, bandwidth, dan lebar bus RAM tetap berbasis bilangan biner.


Kesimpulan

Dari pembahasan yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa RAM memiliki hubungan yang sangat erat dengan sistem bilangan, terutama bilangan biner. Kapasitas RAM ditentukan berdasarkan pangkat dua, pengalamatan memori direpresentasikan menggunakan bilangan heksadesimal, serta arsitektur 32-bit dan 64-bit menunjukkan jumlah bit yang digunakan dalam pengalamatan memori. Oleh karena itu, pemahaman sistem bilangan menjadi dasar penting untuk memahami konsep kerja dan penamaan RAM.


Daftar Pustaka

ChatGPT. (2026). Share link: 6976c588-3b98-8398-9d79-a8d48d272404 Diakses 
dari https://chatgpt.com/c/6976c588-3b98-8398-9d79-a8d48d272404

GeeksforGeeks: (2025) “Memory Organization in Computer Architecture.” Diaksses dari https://www.geeksforgeeks.org/computer-organization-architecture/different-types-ram-random-access-memory/

Selasa, 20 Januari 2026

Konversi Sistem Bilangan - Perwira Learning Center

 


Latar Belakang

Blog ini di latar belakangi oleh saya yang ingin melanjutkan materi tentang sistem bilangan yang sudah dipelajari kemarin sekaligus menjadi bahan belajar ulang untuk materi yang sudah saya pelajari

Alat Yang Digunakan

Alat yang saya gunakan untuk membuat artikel ini diantaranya:
  1. Blogspot
  2. Search Engine
  3. artificial intelligence
  4. Kalkulator

Konversi Sistem Bilangan

pada hari kemarin kita sudah belajar mengenai Pengertian Dan Fungsi Sistem Bilangan. Sekarang kita akan melanjutkan tentang materi Konversi antar sistem bilangan, dan berikut adalag caranya.


Konversi Biner, Oktal, Dan Heksadesimal ke Desimal


Baik mau di konversi menuju Biner, Oktal, maupun Heksadesimal, memiliki cara yang sama yaitu kalikan setiap bilangan dengan basis yang dipangkatkan sesuai urutannya, kemudian hasilnya dijumlahkan. masih bingung? ayo kita praktikan.

1. Biner ke desimal

contoh kita punya bilangan biner:
                                                            1 1 1 0  (bilangan biner)
                                                            ↓ ↓ ↓ ↓ 
                                                            3 2 1 0  (urutan pangkat)

Sehingga perhitungannya menjadi : 
= (1 x 2^3 ) + (1 x 2^2 ) + (1 x 2^1 ) + (0 x 2^0 )
= 8 + 4 + 2 + 0 = 14

2. Oktal Ke desimal

Contoh kita punya bilangan oktal:
                                                                1  7  0  4  (bilangan oktal)
                                                               ↓  ↓   ↓  ↓ 
                                                               3  2   1  0  (urutan pangkat)

Sehingga perhitungannya menjadi : 
= (1 x 8^3 ) + (7 x 8^2 ) + (0 x 8^1 ) + (4 x 8^0 )
= 512 +  448 + 0 + 4 = 964

3. Heksadesimal ke desimal

Contoh kita punya bilangan heksadesimal:
                                                               3  A  E  (bilangan heksadesimal)
                                                               ↓  ↓   ↓  
                                                               2  1   0   (bilangan pangkat)

Sehingga perhitungannya menjadi : 
= (3 x 16^2 ) + (10 x 16^1 ) + (14 x 8^0 )
= 768 +  160 + 14 = 942

Konversi Oktal, Desimal, Dan Heksadesimal ke Biner

Berbeda dengan sebelumnya, konversi bilangan ke biner memiliki cara yang berbeda-beda namun untuk bilangan oktal dan heksa desimal hampir memiliki cara yang sama. mau tau? yuk kita praktikan.

1.  Desimal ke Biner
 
Menurut saya mengubah bilangan desimal menuju biner paling mudah karena caranya cuman perlu dibagi 2 contoh:

Bilangan desimal:  45 dibagi 2 = 22 sisa 1
                               22 dibagi 2 = 11 sisa 0
                               11 dibagi 2 = 5   sisa 1 
                                 5 dibagi 2 = 2   sisa 1
                                 2 dibagi 2 = 1   sisa 0
                                 1 dibagi 2 = 0 sisa 1

Lalu kita tinggal urutkan modulo (sisa bagi) dari bawah ke atas maka hasilnya adalah =  101101

2. Oktal ke Biner

untuk Oktal ke biner kita memerlukan tabel untuk hafalan:
Oktal Biner
0000
1001
2010
3011
4100
5101
6110
7111


3. Heksadesimal ke biner

Untuk Heksadesimal ke biner kita juga harus menggunakan hafalan:


Heksadesimal Biner
00000
10001
20010
30011
40100
50101
60110
70111
81000
91001
A1010
B1011
C1100
D1101
E1110
F1111

Konversi Biner dan Desimal ke Oktal

Selanjutnya kita ganti menuju Oktal yang caranya "lumayan" mudah. yuk kita cari tau

1. Biner ke Oktal

Untuk caranya masih berhubungan dengan table tadi yaitu membagi bilagan binernya menjadi 3 dari kanan
contoh:

biner =101011 => 101 011 = 53

"kalau binernya bukan kelipatan 3 bagaimana?" maka kita perlu menambahkan nol didepan
contoh: 

biner = 1001 => 001 001 = 11

2. Desimal ke Oktal

Jika Oktal ke Desimal dikali 8, maka Desimal ke Oktal dibagi 8 contoh:

Desimal = 47 dibagi 8 = 5 sisa 7
                   5 dibagi 8 = 0 sisa 5

sehingga oktal nya adalah 57


Konversi Biner dan Desimal ke Heksadesimal


Untuk cara dari mengubah Biner dan Desimal ke Heksadesimal caranya hampir sama dengan mengubah ke oktal.

1, Biner ke Heksadesimal

caranya sama dengan oktal namun jika oktal dipisah menjadi 3 maka heksadesimal dibagi menjadi 4 contoh:

biner = 10101110 => 1010 1110 => AE

"kalau binernya bukan kelipatan 4 bagaimana?" maka sama dengan oktal, kita perlu menambahkan nol didepan
contoh: 

biner = 1011100 => 0101 1100 => 5C

2. Desimal ke Heksadesimal

caranya sama dengan oktal namun jika oktal dibagi 8 maka heksadesimal dibagi menjadi 16 contoh:

Desimal = 441 dibagi 16 = 27  sisa 9
                   27 dibagi 16 = 1    sisa 11 => B
                     1 dibagi 16 = 0    sisa 1

jadi Heksadesimal = 1B9


Konversi  Heksadesimal ke Oktal dan sebaliknya

Untuk Heksadesimal ke Oktal dan Sebaliknya bisa dibilang "Sulit Sulit Mudah" yaitu dengan diubah menjadi biner terlebih dahulu contoh

Oktal ke Heksadesimal

Oktal = 72 diubah ke biner =>  111101 -> 0011 1101 => 3D

Heksadesimal = C4 diubah biner => 11000100 => 011 000 100 => 304


Kesimpulan

Setiap sistem bilangan baik itu biner, oktal, desimal, dan heksadesimal memiliki basis yang berbeda sehingga cara konversinya pun menyesuaikan dengan basis tersebut. Konversi ke desimal dilakukan dengan mengalikan setiap digit dengan basis berpangkat sesuai posisinya, sedangkan konversi dari desimal ke sistem lain dilakukan dengan pembagian berulang sesuai basis tujuan.

Selain itu, konversi ke dan dari bilangan biner menjadi kunci utama, karena biner berperan sebagai penghubung antara sistem bilangan lain. Konversi dari oktal dan heksadesimal ke biner dapat dilakukan dengan bantuan tabel hafalan, sementara konversi sebaliknya dilakukan dengan pengelompokan digit biner. Dengan memahami langkah-langkah konversi ini, proses penerjemahan antar sistem bilangan menjadi lebih mudah, terstruktur, dan dapat diterapkan dalam berbagai bidang


Daftar Pustaka

Terapan TI Vokasi Unesa. (tanpa tahun). Sistem bilangan: pengertian, jenis, konversi dan contoh lengkap. Diakses dari https://terapan-ti.vokasi.unesa.ac.id/post/sistem-bilangan-pengertian-jenis-konversi-dan-contoh-lengkap

ChatGPT. (2025). Share link: 697086d4-367c-8010-bd2a-5475c9282b Diakses dari https://chatgpt.com/share/697086d4-367c-8010-bd2a-5475c9282b59

Khairina. (2018). Sistem Bilangan. Universitas Ma sum (PDF). Diakses dari https://khairina.blog.uma.ac.id/wp-content/uploads/sites/394/2018/10/Sistem-Bilangan.pdf

Pengertian, Jenis, dan Fungsi Sistem Bilangan - Perwira Learning Center

 

Latar Belakang

Blog ini di latar belakangi oleh saya yang ingin belajar dan mengulang lagi materi Sistem Bilangan dari kelas 1 smk. selain itu pemahaman saya mengenai sistem bilangan baik biner, oktal, desimal, maupun heksadesimal sudah menurun, dan juga blog ini bisa menjadi sebuah jembatan untuk yang ingin mempelajari dasar-dasar komputer, pemrograman, jaringan, dan sistem digital.


Alat Yang Digunakan

Alat yang saya gunakan untuk membuat artikel ini diantaranya:
  1. Blogspot
  2. Search Engine
  3. Artificial Intelligence

Apa itu sistem bilangan? 

Sistem bilangan atau number system adalah cara untuk merepresentasikan angka menggunakan simbol atau digit tertentu. Dalam dunia komputer dan informatika, sistem bilangan sangat penting karena komputer hanya dapat memahami data dalam bentuk biner

Memahami sistem bilangan membantu dalam pemrograman, jaringan, keamanan siber, hingga arsitektur komputer.

ada 4 jenis sistem bilangan:

  1. Bilangan Biner
  2. Bilangan Oktal
  3. Bilangan Desimal
  4. Bilangan Heksadesimal 
Mau tau apa perbedaan dan fungsinya? yuk kita cari tau

Bilangan Biner

Merupakan sistem bilangan berbasis 2 yaitu 0 dan 1. Biner merupakan sebuah bilangan dasar yang digunakan dalam sistem komputer digital. Penulisan bilangan biner dalam komputer biasanya dikelompokan per 4 bilangan, seperti :

  • 1011 0001
  • 0001 1001
  • 1010 0110

Bilangan Oktal 

Merupakan sistem bilangan berbasis 8 yaitu 0 sampai 7.  Bilangan ini biasanya digunakan dalam sistem lama, mikroprosesor, dan pengkodean. bIlangan oktal biasanya ditulis seperti:
  • 7458
  • 3218
  • 2458

Bilangan Desimal

Merupakan sistem bilangan berbasis 10 yaitu 0 sampai 9. Bilangan.desimal merupakan bilangan yang sering digunakan oleh manusia, bIlangan oktal biasanya ditulis seperti:
  • 45810
  • 26310
  • 87010

Bilangan Heksadesimal

Merupakan sistem bilangan berbasis 16 yaitu 0 sampai 9 dan dilanjut dengan A sampai F sebagai pengganti dari 10 sampai 15. bIlangan desimal biasanya ditulis seperti:
  • A16
  • E216
  • 9C16

Fungsi Sistem Billangan

Setiap fungsi bilangan mempunyai fungsinya masing-masing. dan berikut adalah beberapa fungsinya


Bilangan Biner

bilangan biner adalah dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, dapat dikonversikan menjadi sistem bilangan oktal atau heksadesimal. 

Fungsi dari Bilangan biner juga sebagai penanda arus listrik dengan 1 = ON dan 0 = OFF dan juga sebagai logika Boolean dengan 1 = TRUE dan 0 = FALSE

Selain itu, fungsi dari bilangan biner masih banyak seperti:

  1. Representasi data dan informasi
  2. Komunikasi data digital
  3. Penyimpanan data
  4. Sistem kontrol dan otomasi
  5. dll

Bilangan Oktal

Bilangan Oktal memang tidak seterkenal bilangann biner namun fungsinya tidak kalah penting. Salah satu fungsi utama oktal adalah sebagai penyederhana bilangan biner. Bilangan biner sangat panjang dan sulit dibaca. Bilangan oktal digunakan untuk mempersingkat penulisan biner. Contoh:

Bilangan biner 110101101 diubah menjadi 655 sehinggah lebih mudah untuk dibaca/ diingat

Selain itu, masih ada beberapa fungsi dari bilangan oktal seperti:
  1. Mempermudah analisis sistem digital
  2. Digunakan dalam pemrograman tingkat rendah
  3. Representasi izin akses (permission) sistem di linux
  4. Digunakan dalam dokumentasi teknis lama

Bilangan Desimal

Fungsi dari Bilangan Desimal tidak se kompleks sistem bilangan lain. secara tidak sadar kita sudah menggunakan bilangan desimal di kehidupan sehari-hari. seperti:
  1. Alat hitung sehari-hari
  2. Dasar matematika
  3. Standar pengukuran

Bilangan Heksadesimal

Heksadesimal menjadi Sistem Bilangan yang paling Fungsional dibanding yang lain, fungsi nya meliputi:
  1. Representasi warna
  2. Pengalamatan dan data jaringan
  3. Penamaan alamat memori 
  4. kode mesin
  5. dan menjadi sistem bilangan yang paling unggul dalam menyederhanakan biner

Kesimpulan

Sistem bilangan merupakan konsep fundamental dalam dunia komputer dan teknologi digital. Setiap jenis sistem bilangan memiliki basis, karakteristik, serta fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penggunaannya.

Bilangan biner menjadi dasar utama dalam sistem komputer karena merepresentasikan kondisi logika dan arus listrik. Bilangan oktal dan heksadesimal berperan sebagai penyederhana bilangan biner agar lebih mudah dibaca dan dipahami manusia. Sementara itu, bilangan desimal merupakan sistem bilangan yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memahami sistem bilangan dan fungsinya, seseorang akan lebih mudah mempelajari bidang pemrograman, sistem operasi, jaringan komputer, dan teknologi digital lainnya. Oleh karena itu, sistem bilangan bukan hanya sekadar konsep matematika, tetapi juga fondasi penting dalam perkembangan teknologi modern


Daftar Pustaka

Terapan TI Vokasi Unesa. (tanpa tahun). Sistem bilangan: pengertian, jenis, konversi dan contoh lengkap. Diakses dari https://terapan-ti.vokasi.unesa.ac.id/post/sistem-bilangan-pengertian-jenis-konversi-dan-contoh-lengkap

ChatGPT. (2025). Share link: 696f463c-c318-8010-a882-65a822a5520d. Diakses dari https://chatgpt.com/share/696f463c-c318-8010-a882-65a822a5520d

Khairina. (2018). Sistem Bilangan. Universitas Ma sum (PDF). Diakses dari https://khairina.blog.uma.ac.id/wp-content/uploads/sites/394/2018/10/Sistem-Bilangan.pdf