Konfigurasi Database di Laravel - Perwira Learning Center

Posted by Jr on April 13, 2026 with No comments



Latar Belakang

Dalam pengembangan aplikasi berbasis web, database menjadi komponen penting untuk menyimpan dan mengelola data. Framework Laravel menyediakan cara yang mudah dan terstruktur dalam mengatur koneksi database. Dengan konfigurasi yang tepat, aplikasi dapat terhubung ke database seperti MySQL secara efisien untuk mendukung sistem, termasuk aplikasi monitoring.

Alat yang Digunakan

  • Web Browser
  • Laravel
  • PHP
  • Composer
  • MySQL
  • Text Editor (VS Code / Sublime Text)

File .env

File .env pada Laravel digunakan untuk menyimpan konfigurasi environment, termasuk pengaturan database. File ini berada di root project Laravel.

Contoh konfigurasi database pada .env:

DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=nama_database
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=

Penjelasan:

  • DB_CONNECTION: jenis database (mysql, sqlite, dll)
  • DB_HOST: alamat server database
  • DB_PORT: port database (default MySQL: 3306)
  • DB_DATABASE: nama database
  • DB_USERNAME: username database
  • DB_PASSWORD: password database

Koneksi MySQL

Setelah konfigurasi di .env, Laravel secara otomatis akan menggunakan pengaturan tersebut melalui file config/database.php.

Untuk memastikan koneksi berhasil, kamu bisa menjalankan:

php artisan migrate

Jika tidak ada error, berarti koneksi ke MySQL sudah berhasil.

Migration

Migration di Laravel digunakan untuk membuat struktur tabel database secara terstruktur menggunakan kode.

Untuk membuat migration pertama:

php artisan make:migration create_users_table

File migration akan muncul di folder:

database/migrations

Contoh isi migration:

Schema::create('users', function (Blueprint $table) {
$table->id();
$table->string('name');
$table->string('email')->unique();
$table->timestamp('email_verified_at')->nullable();
$table->string('password');
$table->rememberToken();
$table->timestamps();
});

Untuk menjalankan migration:

php artisan migrate

Perintah ini akan membuat tabel di database sesuai dengan struktur yang telah didefinisikan.

Kesimpulan

Konfigurasi database di Laravel merupakan langkah penting dalam membangun aplikasi berbasis data. Dengan memanfaatkan file .env, koneksi ke MySQL dapat dilakukan dengan mudah dan aman. Fitur migration juga membantu developer dalam mengelola struktur database secara terorganisir, sehingga sangat cocok digunakan dalam pengembangan sistem monitoring yang membutuhkan pengelolaan data yang rapi dan konsisten.

Daftar Pustaka

Laravel. (2024). "Database: Getting Started". Diakses dari https://laravel.com/docs/database
MySQL. (2024). "MySQL Documentation". Diakses dari https://dev.mysql.com/doc/
W3Schools. (2024). "PHP MySQL Introduction". Diakses dari https://www.w3schools.com/php/php_mysql_intro.asp
GeeksforGeeks. (2024). "Laravel Migrations". Diakses dari https://www.geeksforgeeks.org/laravel-migrations/