Membuat dan Menjalankan Project Laravel - Perwira Learning Center

Posted by Jr on April 13, 2026 with No comments

 


Latar Belakang

Dalam pengembangan aplikasi berbasis web, framework sangat membantu dalam mempercepat proses pembuatan sistem. Salah satu framework yang populer digunakan adalah Laravel. Laravel menyediakan berbagai fitur seperti routing, ORM, dan template engine yang memudahkan developer dalam membangun aplikasi, termasuk sistem monitoring yang membutuhkan pengolahan data secara real-time dan terstruktur.

Alat yang Digunakan

Beberapa alat yang diperlukan untuk membuat dan menjalankan project Laravel antara lain:

  • PHP
  • Composer
  • Web Browser (Chrome, Firefox, dll)
  • Terminal / Command Line
  • Database (MySQL / MariaDB)

1. Membuat Project Laravel dengan Composer

Untuk membuat project Laravel baru, kita menggunakan Composer dengan perintah berikut:

composer create-project laravel/laravel nama_project

Penjelasan:

  • composer digunakan untuk mengelola dependensi PHP
  • create-project adalah perintah untuk membuat project baru
  • laravel/laravel adalah template project Laravel
  • nama_project adalah nama folder project yang akan dibuat

Setelah perintah dijalankan, Composer akan mengunduh semua file Laravel beserta dependensinya secara otomatis.

2. Struktur Folder Dasar Laravel

Setelah project berhasil dibuat, Laravel memiliki struktur folder yang terorganisir dengan baik. Beberapa folder penting antara lain:

  • app/
    Berisi logic utama aplikasi seperti model, controller, dan middleware
  • routes/
    Tempat mendefinisikan routing aplikasi (web.php, api.php)
  • resources/
    Berisi file tampilan (view), CSS, dan JavaScript
  • public/
    Folder yang dapat diakses langsung oleh browser (index.php sebagai entry point)
  • database/
    Digunakan untuk migration, seeder, dan factory database
  • config/
    Berisi konfigurasi aplikasi

Struktur ini membantu developer mengelola project dengan rapi, terutama dalam aplikasi besar seperti sistem monitoring.

3. Menjalankan Project dengan php artisan serve

Setelah project dibuat, kita bisa menjalankan Laravel menggunakan perintah berikut:

php artisan serve

Perintah ini akan menjalankan server bawaan Laravel (development server). Setelah dijalankan, biasanya akan muncul output seperti:

Starting Laravel development server: http://127.0.0.1:8000

4. Penjelasan localhost:8000

Alamat http://127.0.0.1:8000 atau http://localhost:8000 adalah alamat lokal yang digunakan untuk mengakses aplikasi dari komputer sendiri.

Penjelasan:

  • localhost / 127.0.0.1 → menunjuk ke komputer sendiri
  • 8000 → port yang digunakan oleh server Laravel

Artinya, aplikasi Laravel yang kita jalankan hanya bisa diakses secara lokal (belum online). Ini sangat berguna untuk tahap pengembangan dan testing, termasuk dalam pembuatan sistem monitoring sebelum di-deploy ke server publik.

Kesimpulan

Membuat dan menjalankan project Laravel merupakan langkah awal dalam pengembangan aplikasi web. Dengan bantuan Composer, struktur folder yang rapi, serta server bawaan melalui php artisan serve, developer dapat dengan mudah memulai project. Pemahaman dasar ini sangat penting sebelum melanjutkan ke tahap pengembangan fitur, khususnya dalam membangun aplikasi monitoring yang membutuhkan kestabilan dan efisiensi.

Daftar Pustaka

Laravel Documentation. (2024). "Installation". Diakses dari https://laravel.com/docs/installation
Composer Documentation. (2024). "Introduction". Diakses dari https://getcomposer.org/doc/00-intro.md

W3Schools. (2024). "PHP Tutorial". Diakses dari https://www.w3schools.com/php/
MDN Web Docs. (2024). "HTTP Overview". Diakses dari https://developer.mozilla.org/en-US/docs/Web/HTTP